Majalengka, (Sinarmedia).-
Sejumlah kalangan mempertanyakan pembangunan taman air mancur Aero City di Alun-alun Majalengka yang dikerjakan asal-asalan .Selain penyelesainya tidak tepat waktu pekerjaaan dibeberapa titik terkesan asal jadi hingga hasil pembangunanya terlihat tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah yang mencapai hampir 1 milyar rupiah.
Bangunan air mancur bawah tanah kini belum beroperasi maksimal, terlihat air mancur dalam kolam tidak berfungsi dan hasil pekerjaanya tidak rapih hingga terkesan asal-asalan.Beberapa warga menilai pembangunan air mancur itu seperti “sumur burung “ (sumur tua yang sudah tidak terpakai lagi ).
Seperti di ungkapkan Ketua GMNI, Aceng Sunanto, menurutnya pembangunan Taman Aero City hanya program penghamburan uang rakyat. Selain hasilnya tidak memuaskan dilihat dari manfaatnya pun tidak jelas. Apalagi ketika dikaitkan dengan peningkatkan perekonomian warga Majalengka tentu jauh dari harapan.
“Daripada dihambur-hamburkan untuk hal seperti itu, menurut kami tidak realistis dan rasional sampai membongkar tugu Adipura yang mempunyai nilai historis, lebih baik uangnya dipakai untuk kesejahteraan rakyat.” Tegasnya
Tatang Sofian Iskandar Ketua LSM BMI berpendapat dengan anggaran mencapai hampir 1 Milyar, keberadaan Taman Aero City kurang terasa manfaatnya bagi masyarakat. Menurutnya alun-alun justru terasa panas pada siang hari karena tidak ada bangunan atau pohon yang bisa dijadikan tempat berteduh.
“Saya tidak mengerti apa maksudnya dibuat Taman Aero City ini manfaatnya untuk masyarakat, dan lagi apa hubungannya air mancur bawah tanah dengan kedirgantaraan (aero), mana yang jadi simbol dirgantaranya.” Ungkapnya.
Tatang juga menyayangkan sikap Pemkab Majalengka yang seolah-olah termakan stigma dengan akan dibangunnya Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, sehingga apa pun pembangunan infrastruktur di Majalengka dihubung-hubungkan dengan BIJB.
“Coba apa korelasi Taman Dirgantara, Taman Aero City dengan BIJB ? padahal masih banyak fokus pembangunan yang lain yang perlu diperhatikan seperti pendidikan, reformasi birokrasi, agribisnis, pertanian, pelayanan kesehatan serta moralitas warga Majalengka dan sebagainya.” Ujarnya
Tatang menambahkan, Pemkab jangan terlalu ambisius dengan BIJB, padahal tanpa BIJB pun Majalengka bisa maju dengan memberdayakan potensi-potensi yang ada. “Seharusnya Pemkab jangan terlalu gembar-gembor dengan akan dibangunnya beberapa mega proyek yang ada, tapi fokus dulu kepada potensi-potensi yang belum diberdayakan secara optimal, lihat saja Kuningan tanpa mega proyek tapi bisa memaksimalkan sumber daya alam dan segala potensinya, padahal menurut saya potensi yang dimiliki Majalengka lebih dari Kuningan, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik.” Paparnya.
Sementara itu Kepala BPLH Drs. Wawan Gunawan, MM selaku leading sektor pembangunan Taman Aero City saat dikonfirmasi Sinarmedia menegaskan bahwa BPLH dalam pembangunan taman aero city itu hanya selaku pengguna anggaran mengenai masalah teknisnya Wawan menyatakan merupakan kewenangan dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK).
“Silahkan tanya ke Bupati karena Taman ini konsep Bupati, mengenai tidak semegah yang dibayangkan oleh masyarakat menurut saya silahkan lihat RAB nya apakah sesuai atau tidak karena pelaksanaan pembangunannya dilaksanakan oleh pemenang tender, menurut saya yang mahal itu ide dan nilai seninya.” Jelas Wawan.
Ketika ditanya mengapa dinamakan Taman Aero City padahal tidak ada simbol-simbol dirgantara dan hanya ada air mancur dan pedestrian. Wawan menjawab bahwa di DPA BPLH hanya disebutkan pembangunan Taman Air Mancur di Alun-alun.Semendara dalam pers release humas dan di naskah pidato Bupati disebutkan bahwa Air mancur bawah tanah itu disebut “Taman Aero City”
“Saya belum buka kamus, karena dalam bahasa Inggris “Aero City” mempunyai makna yang berbeda dari dua kata, itu mah anak buah saya si Dudang kali yang memberi nama ” Jelas Wawan
Menanggapi pertanyaan masyarakat, bahwa air mancur di Taman Aero City jarang menyala dan kadang-kadang hanya malam hari saja air mancurnya keluar, Wawan menjawab bahwa air mancur tersebut masih dalam perbaikan dan pemeliharaan.Jawaban Wawan itu sangat mengherankan karena proyek tersebut belum seratus persen dilaksanakan sudah ada perbaikan dan pemeliharaan. (S.05)
Incoming search terms:
- perekonomian di kuningan
- Proyek air mancur alun2 majalengka 2012 cirebon
- sejarah kertajati
- taman air mancur alun-alun majalengka
|
|


